🔎 โKalau semua orang harus sama, lalu di mana letak akal sehat ?โโ Abdurrahman Wahid (Gus Dur)
By filosofi / Januari 17, 2026 / Tidak ada komentar / Logika pikiran

Pertanyaan ini terdengar sederhana, tetapi mengguncang cara kita memandang hidup bersama. Jika semua orang harus sama cara berpikirnya, keyakinannya, pilihannya maka akal sehat justru kehilangan tempat berpijak. Sebab akal sehat lahir dari kenyataan bahwa manusia berbeda sejak awal latar belakangnya, pengalamannya, dan cara ia memahami dunia.
Keseragaman yang dipaksakan sering disamakan dengan ketertiban, padahal ia justru meniadakan fungsi akal. Akal diciptakan untuk menimbang, membedakan, dan memilih, bukan untuk menyalin secara membuta. Ketika perbedaan dianggap ancaman, akal sehat dipaksa tunduk pada ketakutan takut berbeda, takut bertanya, takut berpikir sendiri.
Akal sehat bekerja dengan cara memberi ruang pada variasi. Ia tahu bahwa satu masalah bisa memiliki banyak jalan keluar, bahwa kebenaran tidak selalu hadir dalam satu wajah. Dalam perbedaan, akal belajar rendah hati menyadari bahwa pandangannya bukan satu – satunya, dan bahwa mendengar orang lain bukan tanda kelemahan, melainkan kedewasaan.
Maka, jika semua orang harus sama, akal sehat tidak lagi diperlukan cukup kepatuhan. Namun jika kita ingin masyarakat yang waras dan manusiawi, perbedaan bukan sesuatu yang harus dihapus, melainkan ruang di mana akal sehat justru menemukan maknanya.